Beda Salaf dengan Salafy?
Ditulis oleh As-Salafy di/pada Desember 21, 2007
Di bawah ini adalah kutipan komentar kami dengan nama Abdullah di sebuah blog yang tidak patut kami cantumkan linknya disini, yaitu pada sebuah tulisan dibawah judul: Beda SALAF dengan SALAFY.
———–
———-
-
ya akhi semoga Allah menunjuki antum dan ana hidayah Nya,
apakah keliru ketika seseorang yang telah mulai belajar ilmu agama yg haq lantas mengatakan apa yg dipahaminya benar adalah benar? juga mengatakan apa yg dipahaminya salah adalah salah? dengan itu dikatakannya atas dasar ilmu yg diberikan Allah kepadanya? apakah tidak boleh mereka demikian? apakah hal itu antum katakan suatu kesombongan? ataukah itu adalah usahanya dalam menegakkan ad-Dien dan melenyapkan kebatilan?
Dari sekian banyak ulama, da’i, penuntut ilmu, dan ikhwanuna yg beriltizam pada manhaj salaf, apakah yang tampak di mata antum hanyalah bagaimana kerasnya mereka memerangi bid’ah, membantah hizbiyyah, membenci kesyirikan? apakah antum menutup mata dari hakikat dakwah yang mereka jalani yaitu karena kasih sayang mereka pada umat? dan apakah yg ‘terlihat’ itu adalah memang manhaj salaf itu sendiri begitu ataukah amalan mereka yang mungkin tidak sesuai apa yag mereka bernisbah padanya? dalam hal ini, kita harus belajar lebih banyak lagi tentang manhaj dakwah salafiyah, tentang bagaimana sikap yg benar menurut manhaj salaf terhadap pelaku maksiat, thd pelaku bid’ah, thd penyeru bid’ah, thd hizbiyyah dll dalam permasalahan ini. barulah kemudian kita bisa melihat apakah yg antum katakan ‘terlihat’ sifat sombong, merasa benar sendiri, meremehkan, dll itu, apakah itu hanyalah perasaan yg muncul karena bodohnya yg melihat (dalam arti bahwa begitulah sebenarnya manhaj salaf itu sendiri), ataukah memang itu terjadi karena tidak sesuainya mereka/para pelakunya dari manhaj salaf yang benar?
sungguh akhi, yg ana ketahui adalah kekeliruan datang dari yg melihatnya, karena tertutupi syubhat dari begitu banyaknya fitnah dan kedengkian yg tersebar di kalangan umat ketika dakwah salafiyah mulai diterima banyak kalangan umat, setelah sebelumnya sebagian besar umat tenggelam dalam kebodohan, kebidahan, kesyirikan, hizbiyah, fanatisme, taklid buta, dan berbagai kebobrokan lainnya yg menjadi sumber kehinaan mereka. para pendengki ini menebarkan racun syubhat dan fitnah2. sebagaimana hal ini senantiasa menjadi ujian bagi al ghuroba’.
dan juga keanehan yang antum lihat itu datang dari orang yg menisbahkan pada manhaj salaf itu sendiri. lantaran mereka masih bodoh sehingga ceroboh dalam berdakwah. sehingga orang2 melihatnya keras, sombong, dan penilaian itu dijatuhkan secara general kepada orang itu dan manhaj salaf, kekeliruan ini yg sering terjadi. Padahal, cela pada orang2 yang menisbahkan kepada manhaj salaf tidak bisa menjadi cela bagi manhaj salaf yang mulia. Manhaj salaf adalah tetap mulia dan paling benar dengan sendirinya karena ia adalah manhaj Rasulullah, namun orang yang berjalan di atasnya tidaklah ma’sum.
tidak bisa kita pungkiri, ana atau juga atum yg mungkin dahulu dibina dalam lingkungan ikhwanul muslimin atau kelompok dakwah lainnya, (mungkin masa2 sebelum th 90 atau 95) yg mana waktu itu dakwah salafiyah belumlah berkembang sebagaimana saat ini. lantas bagaimana keadaan kita saat itu? bagaimana keadaan para murabbi saat itu? apa dan bagaimana bacaan2 islami yg ada di sekitar kita? sebagian besar kita di atas kebodohan yg mengikuti kebodohan bapak2 kita dan para penceramah yg tidak jelas keshahihah ilmunya. dulu belum banyak yg tau apa itu manhaj salaf dan istilah ’salafush shaleh’ tidaklah populer di kancah dakwah. dan saat itu ikhwanul muslimin, tarekat2, dan berbagai gerakan atas nama dakwah lainnya telah tersebar di masyarakat. tapi apakah yg mereka bawakan utk umat saat itu? adakah sama materi dakwah mereka waktu itu dengan apa yg mereka bawakan seperti saat ini ketika dakwah salaf telah cukup banyak mempengaruh ruh dakwah kelompok2 itu -sekalipun tidak bisa lepas dari apa yg menjadi ciri kelompoknya-?
dan ketika umat mulai mengenal istilah manhaj salaf yg dibawa oleh para da’i ilallah atau melalui buku2 yg shahih berdiri di atas manhaj salaf, maka berlomba2 semua kelompok menisbatkan diri pada salaf dan ahlussunnah. materi dakwah salaf cukup mempengaruhi apa2 materi dakwah yg ada di kelompok2 mereka sehingga dapat kita lihat apa yg sering keluar di mulut penceramah mereka sekarang berbeda dari apa yg dahulu keluar dalam pembicaraan mereka. namun sayangnya, entah karena tidak rela atau masih terkungkung belenggu doktrin kelompoknya, mereka tidak bisa secara total menerima dakwah salaf dan berpindah kepadanya, dengan segala dalih dan pendalilan mereka tetap mempertahankan yg menjadi kebanggaan, ciri, dogma, doktrin, kebijakan, dan apa2 yg bersumber dari pendiri mereka masing2. dan mereka mengkait-kaitkan hubungannya dengan manhaj salaf, dan semakin lihai mencari2 dalil pembenaran atas apa yg ada pada kelompoknya. itulah yg ana lihat keadaannya sekarang.
seperti ana sendiri, sudah lama dahulu ana pernah ikuti liqo’, jelas isinya tapi rasanya tidak ada faedah yg ana dapati utk agama ana waktu itu, ana tetap dalam kebodohan waktu itu jika ana bandingkan dengan ketika ana mengenal dakwah salaf. ana juga dahulu pernah ikut keluar bersama jamaah tabligh, sama saja ana rasakan tidak ada faedah yg berarti yg bisa ana dapatkan waktu itu jika dibanding setelah ana mengenal dakwah salaf. seakan tidak ada barokahnya selama kegiatan ana dahulu bersama kelompok2 itu. namun ketika baru saja mengenal dakwah salaf, wallahi seakan semua menjadi sangat terang benderang dalam perkara agama ini. tapi, seperti ana katakan tadi, kalao kita lihat apa yg berada di kelompok2 itu sekarang, mereka mulai menjadikan materi dakwah yg asalnya berasal dari manhaj salaf, menjadi bahan bagi dakwah kelompok mereka, namun mereka hanya mengambil apa2 yg sesuai dengan manhaj kelompoknya saja atau ajaran/ijtihad para pendirinya dan tidak mengambil apa2 yg tidak sesuai dengan prinsip2 kelompoknya. sehingga tetap saja kita lihat apa yg menjadi ciri mereka tetap ada dan dijalankan oleh mereka.
sedangkan manhaj salaf yg hakiki dalam pandangan ana, tidak memiliki tendensi apapun dalam dakwahnya, tidak utk mengumpulkan jumlah pengikut yg terbanyak, apalagi utk membentuk suatu kelompok atau gerakan jamaah tertentu, namun Allah mengikatkan hati2 mereka di atas satu kalimat dan manhaj yg satu dan sama jalannya, sehingga berdekatanlah hati-hati yg sejalan dan berjauhanlah hati2 yg berbeda. hingga ketika umat atau orang2 melihat sebagian mereka di negri yang timur berjalan/beragama sebagaimana sebagiannya lagi yg berada di negri yang barat, maka mereka akan mengira keduanya adalah sama yaitu ‘wahabi’ kata mereka. padahal antara orang2 yg di barat tidak mengenal sama sekali dgn orang2 yg di timur, hanya saja sama2 berpegang teguh pada manhaj rasulullah yg di bawa oleh imam muhammad bin abdul wahab. penisbatan mereka dengan sebutan salafy semata2 sebagai pengenal dan penjelas tentang apa yg menjadi manhaj dalam dakwah dan agama mereka.
ana sendiri belum membaca buku mutab bin suryan al ashimi yg sepertinya tidak ilmiah dan kurang kerjaan itu. sungguh aneh (kalau tidak ingin ana katakan licik dan picik) entah kenapa ia membedakan antara salaf dan salafy. memangnya itu untuk apa? lagipula, sesungguhnya siapakah yg awal mula mengelompokkan orang2 yg sama2 beragama dengan manhaj salaf sebagai suatu kelompok tertentu sebagaimana ada IM, HT, JT, dll? justru opini para pendengki dakwah salaf ketika menyebut2 orang yg bermanhaj salaf lah yg telah membentuk pola pikir bahwa salafy adalah suatu kelompok dakwah tertentu sebagaimana ikhwanul muslimin, jamaah tabligh, HT, dll. ana yakin tidak ada terbetik dalam pikiran oarng2 yg bermanhaj salaf dgn benar bahwa manhaj salaf atau salafy itu adalah suatu kelompok dakwah tertentu sebagaimana atau sejajar seperti IM, HT, JT dll. Yang menganggapnya suatu kelompok jamaah tertentu adalah mereka2 di orang2 kelompok2 lainnya itu. kedengkian mereka ingin merendahkan orang2 bermanhaj salaf sehingga membentuk opini dan pola pikir mereka bahwa sekumpulan orang2 yg bermanhaj salaf ini adalah kelompok salafy sebagaimana kelompok mereka dan kelompok2 lainnya. lihatlah keanehannya disini, mereka yg memunculkan anggapan pengelompokan itu lantas mereka pula yg mencela anggapan awal mereka itu dengan mengeluarkan opini baru “beda salaf dengan salafy”. aneh bukan? dia sendiri yg membuat paradigma lantas dia sendirilah yg mempertanyakan keabsahan paradigmanya itu. yah… selamat belajar lah kalau begitu wahai orang2 yg bingung…
yg menjadi pembeda jelas bahwa manhaj salaf dan salafy bukanlah suatu kelompok tertentu seperti mereka, yaitu bahwa manhaj salaf dan salafy telah ada sejak adanya dakwah islam itu sendiri, karena rasulullah telah menyatakan dirinya sebagai sebaik2 salaf. sedangkan kelompok2 itu, tidak dikenal dan tidaklah lahir melainkan setelah dibuat oleh pendirinya masing2 dan dengan ketetuan dan cirikhas yg dibuat oleh para pendirinya itu.
cukuplah ini menjadi hujjah bahwa manhaj salaf dan salafy tidak bisa disetarakan dengan berbagai hizb yg ada saat ini. yg menyebut salafy seolah sebagai kelompok seperti mereka adalah propaganda mereka sendiri dalam rangka merendahkan dakwah yg mulia ini.afwan tidak terasa apa yg ana tulis ternyata sudah cukup panjang, padahal panjangnya pembicaraan tidaklah mesti menunjukkan pada banyaknya ilmu, akan tetapi orang yang bingung dan awam mungkin lebih butuh pada penjelasan yg panjang lebar.
wallahu ta’ala a’lam
2 Tanggapan ke “Beda Salaf dengan Salafy?”
-
Februari 1, 2008 pada 9:31 am
Apakah betul dakwah salafi dibiayai oleh arab saudi? apa solusi yang paling mendasar untuk sebuah perubahan fundamental ? Mis: Hizbut Tahrir dengan Khilafahnya, sedangkan salafi? tolong minta penjelasannya!!!
-
Juli 24, 2008 pada 11:43 pm
Ya sudah jelas semuanya, semua sudah gamblang… mana yang baik, mana yang buruk.. kalo ana bicara soal ini… kadang kala ana jadi gregetan… kenapa mereka selalu memutar balikkan berita dari Rasullulloh… kenapa mereka selalu menggunakan nafsu untuk mencari dalil dalam membenarkan dirinya sendiri… marilah kita kembali bersama memeluk Islam yang Kaffah… pelajari Al-Qur’an dan Sunnah secara baik.. tidak mengikuti hawa nafsu. Ikuti Rosul dan Para Sahabat pasti kita selamat.
ya akhi…sesuatu yang sudah jelas itu lebih susah utk dijelaskan.
heran.., kayak gini aja kok diopinikan, katanya udah baca banyak buku ttg manhaj salaf?
tapi kalo anda memang bingung ya udah silahkan lebih banyak belajar.