Membela Dakwah Salafiyah..!

Inilah dakwah manhaj salaf wahai saudaraku…! Menepis syubhat, talbis, fitnah, tuduhan, dan kedustaan, atas dakwah manhaj ahlus-sunnah wal-jamaah as-salafiyah.

Ahlan wa sahlan

Ditulis oleh As-Salafy di/pada November 27, 2007

Inilah dakwah manhaj salaf wahai saudaraku…! Menepis syubhat, talbis, fitnah, tuduhan, dan kedustaan, atas dakwah manhaj ahlus-sunnah wal-jamaah as-salafiyah.

Kami buatkan blog ini untuk mengumpulkan tulisan dan komentar ikhwah blogger yang berkaitan tema yang kami tulis pada mottonya: “Inilah dakwah

manhaj salaf wahai saudaraku…! Menepis syubhat, talbis, fitnah, tuduhan, dan kedustaan, atas nama dakwah manhaj ahlus-sunnah wal-jamaah as-salafiyah.”

Hal ini didasari keprihatinan kami akan apa yang dilakukan oleh para musuh dakwah salaf hari ini kepada dakwah yang mulia ini, yang sudah kami tulis pada posting kami beberapa waktu lalu.

Kami mengajak antum semua blogger salafiyyin dimanapun berada untuk ikut andil berbagi ilmu di blog ini, secara khusus sumbangsih antum dalam rangka menepis syubhat, talbis, fitnah, tuduhan, dan kedustaan, atas dakwah manhaj ahlus-sunnah wal-jamaah as-salafiyah.

Di sini kami secara khusus insya Allah membahas pula tentang gerakan SURURIYYAH yang sebenarnya di Indonesia. Begitu juga IKHWANUL MUSLIMIN, HADDADIYYUN, dan JAMAAH TAKFIR lain sejenisnya.

Facebook pages:

halamanFB

Facebook groups:

fbgrop

ALHAMDULILLAH SUDAH MENGUDARA BANYAK RADIO DAKWAH SUNNAH DI INDONESIA

Radio Rodja 756 AM Jakarta

Radio hang 106 Mhz Batam

Radio Assunnah 92,3 Mhz Cirebon

Radio Muslim Yogyakarta

Radio Arroyyan Gresik

Radio Syiar Sunnah 1440 AM Yogyakarta

Radio Suara Qur’an 94,4 Mhz Solo

Radio Al Bayan

Ngaji Online

Telaga Hati

Jazakumullahu khairan kepada akh abu farhan, http://blog.assunnah.web.id

Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

Mengapa Saya Keluar dari Wahdah Islamiyah? (Bag. 1)

Ditulis oleh As-Salafy di/pada November 8, 2009

بسم الله الرحمن الرحيم

Mengapa Saya Keluar dari Wahdah Islamiyah? (Bag. 1)
Abu Abdillah Sofyan Chalid bin Idham Ruray
(Mantan Kader & Da’i Wahdah Islamiyah Makassar)
-حفظه الله تعالى وغفر له ولوالديه ولجميع المسلمين-

Editor : Al-Ustadz Abdul Qodir
Muroja’ah : Al-Ustadz Dzulqarnain

Pembaca yang budiman, kini kami akan menyebutkan beberapa penyimpangan yang saya lihat sendiri selama menjadi santri di STIBA al-Wahdah al-Islamiyah Makassar dalam kurun waktu antara tahun ( +) 2001 – 2005, dan tahun 2005 – 2007 masih ber-intisab ke WI serta sempat mengisi beberapa ta’lim dan dauroh WI di Makassar dan di daerah. Berikut beberapa penyimpangan tersebut: Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam SURURIYYAH | Bertanda: , , | Leave a Comment »

Demi Suara, Apapun Dilakukan

Ditulis oleh As-Salafy di/pada November 8, 2009

Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafruddin

Menjelang pemilu, berbagai wilayah di Republik Indonesia ini diwarnai berbagai atribut partai. Mereka –para peserta pesta demokrasi– berlomba memajang anggota partainya untuk dipilih rakyat. Mereka berlomba meraup suara sebanyak mungkin agar bisa meloloskan anggota partainya menduduki kursi jabatan yang diperebutkan.

Di antara peserta pesta demokrasi itu, terdapat partai-partai yang mengusung nama Islam. Mereka masih berkeyakinan bahwa sentimen agama masih menjadi komoditas yang laik jual. Meskipun senyatanya, kesantunan beragama terkadang tidak melekat dalam pergaulan mereka. Tak sedikit yang berlaga sehingga saling menyerang, baku tikai hanya karena beda partai. Tak sedikit pula yang membujuk rayu masyarakat dengan uang, kaos, atau fasilitas lainnya dengan maksud masyarakat memilihnya. Ini yang sering dimunculkan sebagai isu-isu untuk meruntuhkan partai lawan.
Seperti apa wajah partai Islam sekarang? Atau, sebelum pertanyaan ini disodorkan, perlu dipertanyakan terlebih dulu: Adakah partai Islam itu? Partai-partai “Islam” (dalam tanda kutip) cukup variatif. Baik dari sisi konstituen (para pendukung) maupun dari sisi visi yang menjadi dasar perjuangan mereka.  Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Bantahan Syubhat | Bertanda: | Leave a Comment »

Bid’ah dan Hizbiyah Bukti Tidak Beradab Terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Ditulis oleh As-Salafy di/pada November 7, 2009

Al-Ustadz Abu Abbas Ihsan

Akhlak adalah cerminan dari hati seorang muslim. Sehingga, perangai yang penuh adab dan sopan santun merupakan gambaran dari apa yang ada di dalam hatinya. Sebaliknya, tutur kata yang tidak beradab, sikap yang jelek, itupun merupakan gambaran isi hati seseorang. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
“Ketahuilah, di dalam jasad ada segumpal daging. Apabila baik, maka baiklah seluruh jasadnya, dan apabila rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah, dia adalah hati.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Abdillah An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma) Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Manhaj Salaf | Bertanda: , | Leave a Comment »

Siapa Pencetus Pertama Istilah Wahabi??

Ditulis oleh Abu Abdillah di/pada November 7, 2009

SIAPA PENCETUS PERTAMA ISTILAH WAHHABI?

Oleh :Al-Ustadz Jalâl Abŭ Alrŭb

Suatu hal yang jelas bahwa Inggris merupakan negara barat pertama yang cukup interest menggelari dakwah ini dengan “Wahhabisme”, alasannya karena dakwah ini mencapai wilayah koloni Inggris yang paling berharga, yaitu India. Banyak ‘ulamâ` di India yang memeluk dan menyokong dakwah Imâm Ibn ‘Abdil Wahhâb. Juga, Inggris menyaksikan bahwa dakwah ini tumbuh subur berkembang dimana para pengikutnya telah mencakup sekelompok ‘ulamâ` ternama di penjuru dunia Islâm. Selama masa itu, Inggris juga mengasuh sekte Qâdhiyânî dalam rangka untuk mengganti mainstream ideologi Islam. [Lihat : Dr. Muhammâd ibn Sa’d asy-Syuwai’ir, Tashhîh Khathâ’ Târîkhî Haula`l Wahhâbiyyah, Riyâdh : Dârul Habîb : 2000; hal. 55]. Mereka berhasrat untuk memperluas wilayah kekuasaan mereka di India dengan mengandalkan sebuah sekte ciptaan mereka sendiri, Qâdhiyânî, yaitu sekte yang diciptakan, diasuh dan dilindungi oleh Inggris. Sekte yang tidak menyeru jihad untuk mengusir kolonial Inggris yang berdiam di India. Oleh karena itulah, ketika dakwah Imâm Ibn ‘Abdil Wahhâb mulai menyebar di India, dan dengannya datanglah slogan jihad melawan penjajah asing, Inggris menjadi semakin resah. Mereka pun menggelari dakwah ini dan para pengikutnya sebagai ‘Wahhâbi’ dalam rangka untuk mengecilkan hati kaum muslimin di India yang ingin turut bergabung dengannya, dengan harapan perlawanan terhadap penjajah Inggris tidak akan menguat kembali.* Banyak ‘Ulamâ` yang mendukung dakwah ini ditindas, beberapa dibunuh dan lainnya dipenjara.** Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Bantahan Syubhat, Menyingkap Syubhat, WAHABI | Leave a Comment »

Syaikh Al-Albani: Ahli Hadits yang Terdzalimi

Ditulis oleh As-Salafy di/pada November 3, 2009

Dewasa ini kecintaan dan penghormatan terhadap ulama sangat minim sekali, bahkan betapa derasnya hujan celaan, penghinaan, kedustaan dan tuduhan pada mereka, baik karena faktor kejahilan, hawa nafsu, fanatik madzhab, cinta popularitas atau mungkin karena semua faktor tersebut!!.[1]

Seperti halnya para ulama Salaf lainnya, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani tak luput dari serbuan celaan, hinaan dan tuduhan. Beliau sendiri pernah berkata:

“Aku banyak dizhalimi oleh orang-orang yang mengaku berilmu, bahkan sebagian di antara mereka ada yang dianggap bermanhaj Salaf seperti kami. Namun -kalau memang benar demikian- berarti dia termasuk orang yang hatinya terjangkit penyakit hasad dan dengki.”[2]

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Membela Ulama | Bertanda: | Leave a Comment »

NASEHAT UNTUK PENDIRI ORGANISASI, JAMA’AH DAN PARTAI

Ditulis oleh As-Salafy di/pada Oktober 30, 2009

(Tafsir Al-Qur’an Surat Al-An’am: 159)

إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

“Artinya ; Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Alloh, kemudian Alloh akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat” [Al-An’am ; 159]
MUQADDIMAH

Lembaga Dakwah pada zaman sekarang menyebar di mana-mana. Mereka mendirikan organisasi, partai dan beberapa jama’ah, mereka berdalih untuk memperjuangkan Islam. Akan tetapi kenyataan yang ada, mereka saling berpecah-belah. Mereka merasa kelompoknya yang paling benar, para pengikutnya pun merasa bangga dengan pemimpinnya, keputusan pemimpin seperti wahyu ilahiah yang tidak boleh dibantah dan harus ditaati, terancam jiwanya bila dikritik karena salah keputusannya, mau mengkritik akan tetapi tidak mau dikritik, kadang kala menolak da’i yang bukan golongannya apabila dianggap merugikan kelompoknya sekalipun da’i itu benar, mereka merasa sedih bila anggotanya keluar. Inilah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri bagi orang yang tahu hakikatnya. Benarkah demikian cara kita memperjuangkan Islam? Insya Alloh dengan menyimak pembahasan berikut ini dan fatwa ulama Sunnah kita akan tahu jawabannya.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Firqah-firqah, Manhaj Salaf, Nasehat | Bertanda: , , | Leave a Comment »

Mengapa Saya Keluar dari Wahdah Islamiyah?

Ditulis oleh As-Salafy di/pada Oktober 28, 2009

بسم الله الرحمن الرحيم

Mengapa Saya Keluar dari Wahdah Islamiyah?
Abu Abdillah Sofyan Chalid bin Idham Ruray
(Mantan Kader & Da’i Wahdah Islamiyah Makassar)
-حفظه الله تعالى وغفر له ولوالديه ولجميع المسلمين-

Editor : Al-Ustadz Abdul Qodir
Muroja’ah : Al-Ustadz Dzulqarnain

Pada risalah ringkas ini -Insya Allah- saya akan menjelaskan latar belakang kenapa saya keluar dari Wahdah Islamiyah (WI) yang berpusat di Makassar. Dengan harapan, semoga yang sedikit ini bisa menjadi nasehat kepada mereka yang masih setia bersama WI secara khusus, dan kepada kaum Muslimin secara umum.

Namun risalah yang ringkas ini bukanlah sebuah rincian ilmiah yang disertai dalil-dalil dan penjelasan para ulama tentang penyimpangan-penyimpangan WI. Tetapi hanyalah merupakan pengungkapan bukti-bukti yang dilihat oleh mata kepala dan didengar oleh telinga, baik itu berupa penyimpangan itu sendiri, maupun sekedar syawahid (penguat)nya. Sebab rincian pembahasan ilmiahnya telah sangat jelas dipaparkan oleh beberapa asatidzah (para ustadz). Diantaranya:

  1. Nasehat Ilmiah tentang Kesesatan Wahdah Islamiyah, Al-Ustadz Dzulqarnain
  2. Bantahan Manhaj Muwazanah, Al-Ustadz Abu Karimah Askari
  3. Bantahan Istidlal Manhaj Muwazanah, Al-Ustadz Luqman Jamal, Lc
  4. Bantahan kepada Ust. Muhammad Ihsan Zainuddin, Lc, oleh Al-Ustadz Abu Fa’izah Abdul Qodir, Lc
  5. Bantahan kepada Ust. Jahada Mangka, Lc, oleh Al-Ustadz Abu Fa’izah Abdul Qodir, Lc Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam SURURIYYAH | Bertanda: , | 5 Komentar »

Dakwah Salafiyyah (Seharusnya) Merupakan Dakwah Penuh Kasih

Ditulis oleh Abu Abdillah di/pada Oktober 21, 2009

Dakwah Salafiyyah (Seharusnya) Merupakan Dakwah Penuh Kasih

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Manhaj Salaf, Metode Dakwah, Nasehat | Leave a Comment »

Salahkah Sikap Keras dalam Dakwah?

Ditulis oleh As-Salafy di/pada Oktober 21, 2009

Oleh: Abu Muhammad Abdul Mu’thi Al-Maidani

Islam memiliki cara dan metode dalam berdakwah sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Tentunya hal itu tidak lepas dari bimbingan syari’at. Terkadang dakwah harus disampaikan dengan sikap lemah lembut dan terkadang dengan sikap keras, tegas, dan lugas. Namun sikap yang kedua ini sering dianggap sebagai sikap yang salah dan tidak mengandung hikmah. Bahkan terkadang dianggap dapat menimbulkan akibat yang fatal bagi dakwah itu sendiri. Sehingga muncul protes dari berbagai pihak ketika salah seorang da’i bersikap keras, tegas dan lugas dalam dakwahnya.

Fenomena ini tampak ketika salah seorang Ahlus Sunnah berdakwah kepada sunnah dan membela Ahlus Sunnah sekaligus membantah bid’ah dan ahlul bid’ah dengan tegas. Maka muncul berbagai macam protes dari berbagai kelompok dakwah yang ada. Mereka menganggap bahwa sikap keras, tegas, dan lugas dalam dakwah tidak mencerminkan akhlak mulia karena mengandung kezhaliman terhadap pihak lain dan menyebabkan umat lari dari seruan dakwah. Anggapan mereka ini timbul dari prinsip dakwah mereka yang bathil berupa semboyan yang mengajak kepada perasatuan kaum Muslimin walaupun di atas kebathilan. Setiap hal yang berakibat memecah-belah kaum Muslimin harus dijauhkan dari dakwah [1]. Fakta ini sering memunculkan di tengah-tengah dakwah mereka sikap basa-basi, tidak terus terang dan lemah lembut yang bukan pada tempatnya. Justru keberadaan dakwah mereka beserta segala sikap yang menyimpang itu menambah kekaburan bagi kaum Muslimin dalam menilai Al Haq. Sehingga banyak kaum Muslimin tak bisa membedakan antara yang haq dan yang bathil serta tak sedikit pula diantara mereka yang menyangka bahwa yang haq itu adalah bathil dan yang bathil itu adalah haq. Lalu bagaimana sebenarnya Islam berbicara tentang sikap keras, tegas, dan lugas dalam dakwah? Untuk menjawab pertanyaan ini marilah kita lihat nash-nash Al Qur’an dan As Sunnah serta beberapa penjelasan para ulama dalam masalah ini. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Manhaj Salaf | Bertanda: | Leave a Comment »

Ada apa dengan Syaikh Ali dan Syaikh Khalid al anbari

Ditulis oleh Abu Abdillah di/pada Oktober 20, 2009

Oleh: Ustadz Abdurrahman Thoyyib As-Salafy

Diantara sekian banyak para masyayikh dakwah Salafiyah yang tidak selamat dari tuduhan Murji’ah yang dilontarkan oleh para harokiyin, sururiyin dan takfiriyin adalah Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi Al-Atsari dan Syaikh Kholid bin Ali bin Muhammad Al-Anbari –hafidzhumallahu-. Dan yang amat disayangkan adalah adanya fatwa Lanjah Daimah yang juga ikut serta mendukung orang-orang tersebut dengan menuduh bahwa di dalam beberapa kitab kedua syaikh tersebut terdapat pemikiran Murji’ah. Padahal kalau ditilik kembali kitab-kitab mereka tersebut sangat jauh dari pemikiran Murji’ah. Mereka adalah masyayaikh Ahlu Sunnah yang jauh dari pemikiran Murji’ah, aqidah mereka aqidah Salaf Ashabul Hadits khususnya yang berkaitan dengan masalah iman. Oleh karenanya Syaikh Ali bin Hasan dan Syaikh Kholid menulis jawaban akan fatwa Lajnah Daimah tersebut. Mereka berdua meminta kepada Lajnah Daimah untuk membuktikan dengan jelas mana pemikiran Murji’ah yang terdapat dalam kitab mereka. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Fatwa & Nasehat Ulama | 1 Komentar »